Belajar dari penjual Ikan

Friday, April 18th 2014. | Inspirasi

Seseorang penjual ikan memulai berjualan di pasar dipagi hari. Agar dapat menarik pembeli ia memasang papan pengumuman bertuliskan
“HARI INI DI SINI DIJUAL IKAN SEGAR”

Tidak lama kemudian datanglah seorang pengunjung yang menanyakan tentang tulisannya.
“Mengapa kau tuliskan kata HARI INI? Bukankah kau memang hari ini berjualan, bukan kemarin atau besok?”

Pedagang ikan itu berpikir dan menjawab, “Iya, kau benar.” Kemudian ia menghapus tulisan “HARI INI” dan di papan tersebut tulisan berkurang menjadi “DISINI JUAL IKAN SEGAR”

Beberapa saat kemudian datang pembeli ke dua. Pembeli tersebut juga menanyakan tulisan di papan, “Mengapa kau tulis kata DI SINI ? Bukankah semua orang sudah tau kalau kau berjualan DI SINI , bukan DI SANA atau di tempat lain?”

“Benar juga!” pikir si pedagang ikan tersebut, lalu dihapusnya kata “DI SINI” dan tinggallah tulisan “JUAL IKAN SEGAR”.

Tidak lama kemudian datang pengunjung ke tiga yang juga menanyakan tulisannya.

“Mengapa kau pakai kata SEGAR ? bukankah semua orang sudah tau kalau yang kau jual adalah ikan segar, bukan ikan busuk?”

“Benar juga” pikir si pedagang ikan, lalu dihapusnya kata “SEGAR” dan tinggallah tulisan “JUAL IKAN”

Sesaat kemudian datanglah pengunjung ke empat yang juga menanyakan tulisannya, “Mengapa kau tulis kata JUAL? Bukankah semua orang sudah tahu kalau ikan ini untuk dijual, bukan dipamerkan atau dibagikan?”

Benar juga pikir si penjual ikan,, lalu dihapusnya kata JUAL dan tinggalah tulisan “IKAN”

Selang beberapa waktu kemudian, datang pengunjung ke lima, yang juga menanyakan tulisannya : “Mengapa kau tulis kata IKAN?, bukankah semua orang sudah tau kalau ini Ikan bukan Daging atau Sayur?”

“Benar juga” pikir si penjual ikan, lalu diturunkannya papan pengumuman itu.

Tinggallah pedagang ikan tersebut berjualan tanpa memasang papan tulisan, dan gagal untuk menarik pembeli.

Yakinlah bahwa tidak mungkin kita bisa memuaskan setiap orang. Tidak bisa satu lagu bagus sekalipun, pasti tidak semua orang suka. Sudah menjadi fitrah manusia untuk berbeda pendapat.

Jadi utamakan suara hati anda, kejujuran, kebenaran yang berdasarkan fitrah. biarlah orang lain berpendapat… jangan mudah terpengaruh oleh pendapat orang lain bila anda merasa itu sudah sesuai dengan tujuan anda.

Saya akan Bagikan Info Bisnis Pada Anda, Mau ?

Dapatkan info Tentang Bisnis Secara GRATIS lansung dikirim Ke Email Anda, Isi Data Dengan Benar.



tags: ,